Berita tentang pengajuan pengunduran diri Wakil Presiden RI, Boediono (@boediono), sempat menghebohkan media massa, bahkan sampai ke linimasa Twitter. Tak kurang budayawan dan jurnalis senior, Goenawan Mohamad (@gm_gm) pun sempat berkomentar di akunnya.
Pada tanggal 17 Februari lalu, Goenawan berkomentar, "Politik makin brisik, dusta makin biasa: di satu situs berita online dikutip informasi bhw Wapres dan 3 menteri akan mundur..." Beberapa aktivis, jurnalis, dan politisi juga sempat berkomentar di linimasa.
Tetapi tak lama kemudian, berita tersebut dibantah oleh Wapres sendiri. Dalam pemberitaan dari Kantor Berita Antara, terpampang sebuah berita berjudul Boediono "saya tidak mundur". Isinya menegaskan bahwa dirinya membantah rumor yang beredar bahwa ia akan mengundurkan diri. Berita itu tersebar pula di Twitter melalui akun @antaranews, tanggal 17 Februari yang lalu.
Kemarin (21/2), sebuah akun bernama Sahanamyna (@sahanamyna), membuat serial tweet panjang mengenai Boediono. Ia memulai tweet-nya sekitar pukul 11.29 WIB, hingga 14.32 WIB sore. Dari bio akun Twitter-nya, tidak tercantum identitas yang jelas, ia hanya mencantumkan informasi berikut:
A @GUSDURians | Buruh Industri Media | Solo Female Backpacker | Simple Rocker |. Jakarta. http://sahanamyna.wordpress.com/
Akun ini bercerita panjang lebar, mulai dari kilas balik sebelum Boediono menjadi Wapres. Ia memang tidak menjelaskan apakah Boediono benar-benar mundur, atau berita ini hanya isapan jempol belaka. Tetapi di akhir tweet panjangnya, sebuah pertanyaan menggelitik dilemparkan ke linimasa, "Akankah Boed (Boediono - pen) berakhir tragis di tangan Samad?". Samad yang dimaksudkan, adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015.
Silakan simak dan simpulkan butir penting di balik kultwit sepanjang 128 tweets berikut ini:
- Jadi Boediono mundur nih... 6h
- Inget dulu, SBY mengejutkan dengan memilih Boediono duet RI 1 - RI 2 6h
- Dulu Boed ditolak habis-habisan oleh Jusuf Kalla, bahkan sejak pembentukan kabinet rezim SBY-Kalla, 2004 5h
- Trus, kenapa Beye milih Boediono? #flashback 5h
- Ini soal tim ekonomi dan tarik menarik politik antara berbagai kekuatan yg mengerubungi Istana 5h
- Ada segitiga kekuatan yg sekarang berada di lingkaran inti kekuasaan ekonomi di Indonesia 5h
- Kubu: Pro IMF (disebut2 kaum kanan) Golkar (disbut tengah-kanan) dan Anti-IMF (disebut oleh lawan politiknya sbg orang-orang kiri) 5h
- Zaman Harto, IMF bikin jaringan kekuasaannya dgn memasukkan orang2 yg berpaham benar-benar ‘western’ dalam landasan pemikiran ekonominya 5h
- Zaman Harto wktu itu kena krisis. Intervensi IMF sudah masuk secara lugas ke dalam kebijakan ekonomi Indonesia akibat krisis moneter 1997 5h
- Org2 rekrutan itu mnganut paham pro-Amerika, moneteris Milton Friedman, ga suka gagasan2 campur tangan ngra kuat, haram neo keynesian 5h
- Pusatnya itu org2 yg pernah direkrut IMF sbg karyawannya dan ditempatkan di seluruh penjuru dunia, kayak karyawan duta 5h
- Tokoh utama kelompok ini Sri Mulyani, seorang ahli ekonomi lulusan UI-Amrik 5h
- SriMul wktu itu di luar kabinet bikin kelompoknya yg pro-IMF banget di lingkaran kekuasaan Megawati pada saat itu 5h
- Orang2 yg satu jalur dgn SriMul dan punya akses penguasa di kabinet Megawati adalah: Laksamana Sukardi, Rini Soewandi 5h
- Ada juga dirjen di lingkungan departemen (keuangan, industri dan perdagangan), termasuk Bank Indonesia yang dikuasai kelompok Miranda Gultom 5h
- Jaringan SriMul lama-lama kuat dan sempat menekan kelompok Dorodjatun Kuntjorodjakti yg didukung Boediono (Menkeu waktu itu) 5h
- Awalnya Dorodjatun bersikap konservatif thdp agresivitas kelompok SriMul soal tuntutan kenaikan BBM, tp akhirnya sikapnya melunak 5h
- Penghapusan subisidi BBM yg jadi pokok utama tuntutan IMF dlm memulihkan kondisi keuangan negara, mendapat tantangan kuat dri kaum sosialis 5h
- Orang-orang ‘kiri’ ini awalnya menumpukan kekuatan ke Rizal Ramli 5h
- Kesalahan yg utama Rizal Ramli waktu itu berharap banyak dari dukungan politik Gus Dur 5h
- Kubu Megawati saat itu didekati oleh kekuatan2 politik yg menghendaki Gus Dur lengser 5h
- Gus Dur menggusur kelompok2 yg ga sesuai dgn jalan pikirannya & menempatkan orang2 yg kurang kredibel dalam posisi-posisi strategis 5h
- Kubu Megawati awalnya ga menyambut gandengan politik lawan2 politiknya yg dulu mengganjal posisi dia di Senayan tahun 1999 5h
- Tapi perlahan Megawati mulai membuka diri 5h
- Puncaknya ketika terowongan politik yg dibangun oleh suaminya, Taufik Kiemas ke kelompok penentang Gus Dur 5h
- Taufik Kiemas membangun aliansi kpd Amin Rais dgn komitmen menaikkan Megawati sbg Presiden dan mengamankan posisinya sampai 2004 5h
- Amin Rais menyatukan sikap di kalangan umat Islam utk berada di bawah kekuasaan Mega dan ga mengusik apapun pas Mega bentuk kabinet 5h
- Mega mmasukkan dua orang ke dalam posisi paling strategis dlm kabinetnya: Dorodjatun sbg MenkoPerek, dan Boediono sbg Menkeu 5h
- Keputusan Megawati waktu itu banyak diwarnai oleh nasihat mantan menteri senior di zaman Orba, Widjojo Nitisastro 5h
- Awalnya naiknya Dorodjatun disambut gembira kelompok kiri walaupun Rizal Ramli telah tersingkir 5h
- Kelompok kiri saat itu ngegeser hrpan ke Kwik Kian Gie: kademisi cemerlang lulusan Rotterdam yg pikirannya bergaya sosialis, garis keras 5h
- Tapi ga lama. Soalnya, orang se-partai Kwik di PDI-P, Laksamana Sukardi jadi penantang setiap kebijakan yg condong ke kiri 5h
- Bahkan Laksamana bikin ilfil org2 kiri. Dia ngejual BUMN, kejar setoran kayak sopir angkot 5h
- Kwik-Laksamana sering brantem. Terutama masalah campur tangan IMF dalam kebijakan2 ekonomi di Indonesia 5h
- Pernah Kwik nyaris bilang "Go To Hell, IMF". Kwik yang menampik IMF jelas-jelas memposisikan dirinya pada situasi yang sulit 5h
- Soalnya wktu itu anggaran keuangan negara membutuhkan dana segar, kelompok-kelompok negara kreditur rada hati-hati memberikan pinjaman ke RI 5h
- Perhatian IMF lebih kepada negara2 berkembang yg sehat kayak Vietnam, Meksiko dan pemulihan kondisi moneter di Argentina 5h
- Keuangan global yg diposkan ke negara2 berkembang ga jatuh ke Indonesia. Dan inilah yg membuat posisi IMF semakin kuat 5h
- IMF mmberikan dananya ke RI dlm beberapa tahap jg janji penyelesaian urusan khusus IMF yg dimulai tahun 1997 dan akan berakhir 2003 4h
- IMF ngasih angin surga buat kubu SriMul. Menguatnya kubu Mulyani pelan2 mengikis habis orang2 kiri di kabinet Megawati 4h
- Kelompok tengah-kanan (Golkar) yg setelah Harto lengser bikin politik defensif, mulai mendapatkan jalan untuk memperkuat negosiasi 4h
- Golkar punya 2 kubu pd era Mega: Kubu Akbar Tanjung (dikomandan strategi Mahadi Sinambela)dan kubu Iramasuka (RI Timur) yg dikomandoi JK 4h
- Selain JK, Marwah Daud Ibrahim juga masuk kubu Iramasuka 4h
- Oh ya, belakangan Agung Laksono membelot ke kubu Iramasuka 4h
- Kasus bulog II, yg menimpa Akbar itu smacam ‘handycap’ utama bagi kubu Akbar dlm melakukan manuver politiknya 4h
- Ga tau knpa, Akbar seolah menggadaikan kubunya ke Megawati dgn 2 pinjaman politik, memuluskan Megawati mempertahankan RI 1 4h
- Tapi Mega kadung janji mendukung upaya2 lolosnya Akbar dari jeratan hukum 4h
- Kasus Bulog II jg bikin Akbar melakukan blunder terbesar yg berakibat tersingkirnya Akbar dari ketum Golkar 4h
- Blunder itu adalah mekanisme pencalonan RI 1 oleh Golkar lewat proses konvensi 4h
- Dalam konvensi itu Akbar bener2 dipermalukan oleh Wiranto, seorang Jenderal yg sepanjang karir militernya berada di luar garis beringin 4h
- Akbar emang pernah mencoba menghubungi SBY sesaat sebelum ide konvensi berlangsung, tapi keinginan Akbar itu kandas 4h
- Ya karena Akbar gadai politik ke Megawati 4h
- Tweeps, aku lagi cerita Boediono 4h
- Mega ga bakalan suka sekutunya membangun aliansi dgn lawan politik yg paling dibencinya 4h
- Bahkan kebencian terhadap SBY sudah masuk ke wilayah pribadi Megawati 4h
- Singkatnya, Akbar tersingkir, gara2 ketidakpercayaan cabang terhadap dirinya yg dipecundangi Wiranto 4h
- Dan Golkar yg punya prinsip politik paling jelas: ‘Siapa yg berkuasa, dia yg kita bela’ mnjadi makin berwarna Iramasuka 4h
- Maka kejadiannya, JK jadi RI 2 4h
- Dengan mudahnya setelah serangan kilat empat bulan, JK berhasil duduk jadi ketum Golkar 4h
- JK dgn cpt pula menendang Akbar Tanjung yg sudah siap2 mmecat JK memihak kpd pihak lain tanpa seijin DPP 4h
- JK menang dan menguasai jalannya kekuasaan di tubuh Golkar 4h
- Detik-detik formasi kabinet di tahun 2004 oleh SBY 4h
- Ancaman hebat terjadi saat JK bawa nama Aburizal (Ical) Bakrie sbg tokoh utama koordinasi ekonomi 4h
- Sinyalemen naiknya Ical langsung mengguncang jaringan konglomerasi Cina 4h
- Segera mereka mendesak agar jangan sampai Ical menguasai otoritas ekonomi RI. Tokoh2nya ini kayak Rahmat Gobel ataupun Fadel Muhammad 4h
- Usaha kelompok konglomerasi ini berhasil menggagalkan gerbong Ical 4h
- Bencana dtg lg saat Marie J Pangestu dan SriMul serentak mngundurkan diri bila bukan kelompoknya yg naik 4h
- SriMul lebih mnyokong Boediono atau Purnomo Yusgiantoro atau Dorodjatun Kuntjorojakti sbg kepala tim ekonomi 3h
- SBY sempet dilema. Dia tetap ngangkat Ical tp jg ngangkat Jusuf Anwar, seorang birokrat yg kurang mnonjol prestasinya & sudah mau pensiun 3h
- Jusuf Anwar dijadikan SBY sbg benteng sekaligus pengacau koordinasi. Dia informan buat SBY yg ngawasin kerja Ical 3h
- Loyalitas Jusuf Anwar cuma kpd SBY, lainnya engga 3h
- Byk yg mengendus Jusuf Anwar kurang mampu mengembangkan irama koordinasi. Sementara Ical limbung ngadepin permasalahan ekonomi yg kompleks 3h
- Kemudian hari, mundurnya Jusuf Anwar bukan kegagalan tp justru keberhasilan strategi SBY utk mendepak Aburizal Bakrie 3h
- Trs SBY merombak kabinet dgn langkah utama mnyingkirkan Ical dlm tim ekonomi, tetapi pengumumannya di Medan jauh dari pusat kekuasaan 3h
- Ini sama kejadian pas Gus Dur memberhentikan Wiranto, bukan di Jakarta tapi di sebuah negara yg jauh dari Indonesia 3h
- Gus Dur tahu Wiranto msh kuat bgt tp, dia harus memotong jalur Wiranto spy ga ada prsaingan yg sedemikian keras di tubuh ABRI 3h
- Gus Dur ga pengen ada rivalitas Wiranto dgn Prabowo. Gus Dur ingin memuaskan tuntutan kaum reformis makanya Wiranto dipecat wktu itu 3h
- Nah, SBY juga nyontek cara Gus Dur itu 3h
- SBY depak Ical tetapi pengumumannya di Medan jauh dari pusat kekuasaan 3h
- Setahun setelah berjalannya mesin Ical, SBY melakukan gerakan politik yg cukup mematikan thdp kelompok JK 3h
- Setelah diisukan berbulan2 bahwa SBY kini di bawah kendali JK dan ga menjalankan tugas sbg RI 1, di sinilah manuver SBY ke JK 3h
- SBY mulai melancarkan politik koridor, ia membangun simpati lawan2 politiknya terutama Megawati dan Gus Dur 3h
- Karena hanya dua orang inilah yg bisa melakukan persaingan sengit dengan Golkar 3h
- Akbar Tanjung yg tadinya akan ditarik ke tubuh Partai Demokrat, ternyata masih jd kartu bagus untuk melawan JK 3h
- Maka, Akbar tetep dipertahankan di Golkar 3h
- Pihak Kalla jelas kaget dengan sikap SBY yang bulan-bulan belakangan memberi harapan bahwa Aburizal tidak akan diganti, cuma Jusuf Anwar 3h
- SBY ngotot SriMul mesti naik, dan JK elas merasa dipermalukan sama SBY 3h
- Soalnya selama ini JK sudah diatas angin dan SBY ga memperdulikan orang-orangnya di Golkar 3h
- Agung Laksono ketua DPR melakukan pendekatan ke pihak SBY tapi SBY tetap menolak 3h
- Bahkan tawaran netral Sugiharto (menneg BUMN) untuk dijadikan Menkeu ditolak mentah-mentah oleh SBY 3h
- JK ga mau dipermalukan dgn disingkirkannya Ical, karena dengan demikian kendali politik d ibidang ekonomi terlepas dari tangannya 3h
- JK ga suka bgt sama Boediono dan SriMul yg dianggap sebagai karyawan IMF 3h
- Dalam hal ini JK jadi berhaluan sosialis-kiri dan sikap kanan JK ga keliatan 3h
- Tapi SBY udah bersiap menghadapi amarah JK, trs dia membangun formasi perlawanan 3h
- Tapi SBY amunisi politiknya sudah ‘old crack’ maka ia dengan cerdik mengeluarkan senjata lama tetapi cukup mematikan 3h
- Snjata pamungkas-pun dikeluarkan SBY: Kekuatan Jawa. Seolah mengikuti jejak BK dalam mengumumkan perang antara RI dengan Kerajaan Belanda 3h
- SBY ngehubungin Sri Sultan Hamengkubuwono X, simbolisasi budaya Jawa. SBY tahu klo JK kini bukanlah teman spaham tp justru musuh dlm selimut 3h
- SBY jelas jauh ketinggalan dimana-mana dalam posisi politik dengan JK, hanya satu dia menang: SBY org Jawa 3h
- JK menyadari itu dari awal bahwa dia ga bisa menang bila sentimen kedaerahan dimunculkan sbg senjata pertarungan 3h
- Penduduk Yogyakarta plus Jawa tengah aja lebih banyak jumlahnya dari penduduk seluruh Sulawesi 3h
- JK sering bilang ga mungkin jadi Presiden karena dia orang bukan Jawa 3h
- Tapi kenyataan politik menjawab lain, JK terus menerus membangun armada politiknya untuk bersiap menghadapi Pemilu 2009 3h
- Bahkan dlm jangka pendek menyaingi SBY, ini suatu hal yg dapat membuat lawan-lawan politik JK terkesiap, termasuk Megawati dan Amien Rais 3h
- Di Yogyakarta-lah SBY menembak JK, membangun jarak dan ruang tembak agar tepat untuk merobohkan kekuatannya tetapi ga ckp mematikan 3h
- Soalnya, bagaimanapun tujuan SBY terbatas hanya untuk mengendalikan JK 3h
- Tapi beda dengan lawan2 JK kayak Megawati, Amin Rais, Gus Dur, beberapa golongan Nasionalis kecil, Islam politik, Golkar Akbar Tanjung 3h
- Bagaimanapun bintang terang JK membahayakan posisi mereka menjelang Pemilu 2009 3h
- Persekutuan politik terselubung untuk menggusur JK sudah terbentuk 3h
- Dan SBY masuk ke dalam zona persekutuan itu mau ga mau justru dialah yg seakan jd pemimpin dipermukaan untuk menantang JK terang-terangan 3h
- Sementara para jago politik msh mnyimpan senjata politik dan energi mereka. Megawati benahi parlemen, Gus Dur mnghantam kelompok Alwi Shihab 3h
- Trs Amien Rais sbuk bangun citra politik partainya sbg partai brhaluan nasionalis-pluralis, kaum politisi Islam jln d tmpt nunggu arah angin 3h
- Kelompok sosialis kiri bersiap memasuki kandang2 politik favorit mereka yg saat itu masih terdapat pada PDI-P dan PKB 3h
- Sementara militer ya jelas bulat di belakang SBY 3h
- Sampai akhirnya SBY mengeluarkan jurus-jurusnya melawan JK dgn meminang Boediono jd RI 2 3h
- Pada akhirnya skr, jerat politik SBY mengakibatkan dilema Boediono. Kasihan Boed, terlalu lugu jd politisi 3h
- Secara politik Boediono berada dalam pusaran konspirasi SBY ia seakan ada di tengah-tengah titian serambut dibelah tujuh 3h
- Ada yg janggal di sikap Boediono 3h
- Apakah Boediono takut di "Angelina Sondakh-kan" mengingat SBY lepas tng thdp intrik yg menyelimuti lingkaran internalnya? 3h
- Kasus Boediono kaitannya dgn persetujuan dana penggelontoran Century yg dianggap berbau mark up 3h
- Soalnya baik SriMul atau Robert Tantular nganggap bantuan Rp6,7 triliun terlalu besar untuk memback up Bank Century 3h
- Smntara Bank Century emang ga trjdi apa2: Bank Century cuma dijdiin kambing hitam ats prskongkolan jahat (monsterverbond)pnguasa Pemilu '09 3h
- Ada apa dgn Boediono yg perannya sama sekali menghilang dlm pentas politik nasional? 3h
- Bahkan utk persoalan ekonomi saja terlihat Agus Marto dan Gita Wirjawan pegang peranan dominan 3h
- Konflik internal apa yg trjdi dlm tubuh kabinet & renegosiasi ulang dgn koalisi trtama Golkar yg sjk awal krs mnuntut dbukanya kasus Century 3h
- Ada apa dgn Jeng Miranda Gultom dan kesaksiannya kelak? Dan di mana posisi Boediono serta jaminan keselamatan posisi-nya? 3h
- Akankah Boed berakhir tragis di tangan Samad? 3h
- Sekian tweeps. Makasih sudah baca :D 3h
- Maaf belum sempet langsung balas mentions ya tweeps, soalnya udah mau detlen. Pending dulu.. 3h
*Gambar: Profil pic akun @boediono
Bagi dan rekomendasikan